Pages

Sunday, 1 May 2016

Inilah Media-Media Antek Zionis dan Anti Islam



Pertemuan itu berlangsung pada hari Senin tanggal 28 Maret 2016 yang lalu dan menyebar ke publik melalui situs resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Israel mfa.gov.il, demikian seperti dikutip dari islamedia.id.
Identitas keempat wartawan tersebut langsung bisa dikenali oleh para rekan sejawat pekerja media, mereka diantaranya adalah Abdul Rakhim (Jawa Pos), Tomi Aryanto (Tempo), James Luhulima (Kompas) dan Margareta (MetroTV).
Tentu saja kunjungan para awak media ini menuai hujatan dan kecaman dari masyarakat Indonesia yang menyatakan sikap terbuka menolak penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina.
Selain itu hal ini juga bisa menyinggung warga Palestina dan dianggap menodai hubungan yang selama ini terjalin dengan erat dan baik dengan bangsa palestina.
Berbagai komentar sinis dan negatif dialamatkan kepada para wartawan tersebut di halaman fanpage Facebook tersebut, ini beberapa diantaranya.
Anoenk Hardjodikromo: Maka kompas, tempo,metro dan jawa pos akan tercatat dlm sejarah sbg media murahan yg mau mendatangi utk menemui zionist israel, di saat saudara Muslim kita Palestine dibantai oleh mereka.
Dmn nurani anda wahai para media, bersalaman dg tangan bengis zionist yg berlumuran darah para syuhada Palestine, tersenyum bangga disaat saudara kita di Palestine menderita dlm kepiluan akibat kebengisan zionist.
Dan senyuman para wartawan tsb sangat menyakitkan hati ummat Muslim di seluruh dunia…!!!

Masanief: Perlu diingat bahwa Palestina adalah Negara yg pertama kali menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Indonesia. Mereka (para wartawan) telah mempermalukan bangsa Indonesia dimata dunia khususnya negara2 arab bahwa bangsa Indonesia seakan lupa sejarah dan tidak tahu etika dan balas budi. Semoga ini jalan Allah SWT membuka kedok dan borok mereka.
Agus Setiawan: Media2 ini emang pro Israel dari berita2 nya.
Ga heran. Orang2 pecundang dari teman2 sebangsanya yang mengutuk sepak terjang negara ini.
Yang ada malah sengaja mau berteman dengang negara ini.
Emang itu hak elo2 tapi kalian ga peka aja.
Just for acknowledge aja siapa kalian2

Fajar Kurnianto: Inilah media antek Israel di indonesia.
Pantesan saya tdk perhan melihat metro tv menyiarkan penderitaan bangsa palestina ditindas Israel. Ternyata dia adalah salah satu media antek Israel di Indonesia toh…
Semakin jijik saja nonton metro tv…

Fajriani Djafar: Haahaha.. sudah bisa ditebak dr pemberitaan2nya selama ini. Kompas, Metro, Tempo..Riwayatmu dulu.

MetroTiVu
Kutipan dari : Jonru


Islamedia – Mantan Wartawan Media Indonesia Edy Effendi pernah mengungkapkan bahwa dapur redaksi Metro TV sangat memperlihatkan sikap anti Islam dan tidak menyukai kebaikan umat Islam terekspos.
Jadi jangan harap ada berita yang fair dari METROTV jika bicara soal Islam” tulis Edy Effendi melalui akun twitter pribadinya @eae18.
Pernyataan Edy ini keluar kepublik melalui akun twitternya ketika pada tahun 2012 Metro TV memberitakan bahwa Rohis sebagai pusat pengkaderan teroris, meski kemudian hari pihak Metro TV melakukan klarifikasi.
Edy yang saat ini menjadi dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga pernah mengungkapkan bahwa sikap anti Islam Metro TV terjadi terkait isu Palestina.
Pernah juga soal editorial yang menghina umat Islam Palestina. Umat Islam Indonesia tak perlu bela Palestina. penulisnya Laurens Tato” tulis Eddy.
MetroTV kembali menjadi perbincangan dikalangan umat Islam setelah memuat berita fitnah kepada Wahdah Islamiyah sebagai organisasi teroris, meskipun akhirnya pihak metrotv melakukan klarifikasi dan permintaan maaf. (baca : Terbukti Salah, Metro TV Akhirnya Minta Maaf ke Wahdah Islamiyah). [islamedia/mh]
Sumber:
1. http://www.viraliva.com/
2. http://islamedia.id/



No comments:

Post a Comment